Residen Kardiologi FK-KMK UGM Berkontribusi dalam InAPRevent 2025: Tampilkan Inovasi Penelitian Menuju Kesehatan Kardiovaskular Berkelanjutan
Bandung, Mei 2025 — Para residen dari Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) turut ambil bagian dalam ajang ilmiah bergengsi InAPRevent 2025, yang diselenggarakan di Bandung. Acara ini merupakan forum tahunan yang mempertemukan para profesional, peneliti, dan pemangku kebijakan di bidang pencegahan penyakit tidak menular, khususnya kardiovaskular, untuk berbagi temuan riset terbaru serta membangun kolaborasi menuju sistem kesehatan yang lebih tangguh dan berkelanjutan.
Mengusung semangat inovasi dan integrasi ilmu, tujuh residen dari FK-KMK UGM menampilkan poster ilmiah dan presentasi oral yang mengeksplorasi berbagai topik penting seputar kesehatan jantung dan pembuluh darah. Penelitian-penelitian yang dipresentasikan mencerminkan kontribusi nyata terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3: Good Health and Well-being serta SDG 10: Reduced Inequalities, melalui pendekatan berbasis data lokal dan populasi Indonesia.
Daftar Penelitian Residen FK-KMK UGM di InAPRevent 2025:
-
Ammar Setyawan menyelidiki “Is Daily Physical Activities Associated with Duke Treadmill Score among Chronic Coronary Syndrome?”, yang mengkaji hubungan aktivitas fisik harian dengan kapasitas fungsional jantung berdasarkan skor treadmill pada pasien sindrom koroner kronik.
-
Avie Avievah Baroroh mengangkat topik “Serum Endothelin-1 Levels and Left Ventricular Hypertrophy in Indonesian Population”, menggunakan data dari Sleman Health and Demographic Surveillance System (HDSS) untuk mengeksplorasi biomarker vaskular dan kaitannya dengan hipertrofi ventrikel kiri.
-
Novian Fajri mempresentasikan “How Chemotherapy Affects the Heart”, studi penting tentang perubahan fraksi ejeksi dan dimensi jantung pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi—isu penting dalam kardiologi onkologi.
-
Amanda Puteri Sudiarto meneliti “Determinants of Left Ventricular Hypertrophy in Indonesian Adult Population”, sebuah studi nested yang juga menggunakan data HDSS untuk memahami faktor risiko populasi terhadap pembesaran otot jantung.
-
Aileen Hidayat mengevaluasi “Changes of Functional Capacity in Breast Cancer Patients Undergoing Chemotherapy”, menyoroti penurunan kapasitas fisik akibat terapi kanker yang memerlukan perhatian rehabilitatif.
-
Daniel Sukmadja mengusulkan penerapan “SMART REACH Score as a Prognostic Tool for Cardiovascular Events in Coronary Artery Disease Patients”, untuk memprediksi kejadian kardiovaskular masa depan dan meningkatkan manajemen klinis berbasis skor risiko.
-
Emy Febryana menelusuri kaitan antara “Circulating Serum Endothelin-1 and Metabolic Syndrome in General Population”, menunjukkan potensi endotelin-1 sebagai penanda awal sindrom metabolik yang sering menjadi pintu masuk penyakit jantung.
Kegiatan ini berkontribusi pada SDG 3 (Good Health and Well-being) dengan menyoroti pencegahan, deteksi dini, dan penanganan penyakit kardiovaskular melalui pendekatan berbasis bukti. Lebih jauh lagi, studi berbasis populasi seperti yang dilakukan menggunakan data HDSS turut mendukung SDG 10 (Reduced Inequalities) dengan menyediakan informasi kontekstual yang relevan bagi kebijakan kesehatan di tingkat lokal dan nasional, termasuk populasi rentan dan underserved.