Skip to main content

Kardiologi FKKMK UGM

Yogyakarta – Dalam rangka memperingati Congenital Heart Disease (CHD) Awareness Week 2026, Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular FKKMK UGM bersama mitra lintas institusi menyelenggarakan serangkaian kegiatan edukasi dan skrining kesehatan jantung bawaan pada tanggal 9, 11, dan 12 Februari 2026 di Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala (Muspusdirla), Yogyakarta. Kegiatan ini mengusung tema “Melalui Cinta Dirgantara – Deteksi Dini Penyakit Jantung Bawaan demi Generasi Sehat dan Indonesia Emas”, sebagai bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini penyakit jantung bawaan (PJB).

Kegiatan ini dilangsungkan dengan semangat kolaboratif antara TNI Angkatan Udara, RSPAU Dr. S. Hardjolukito, Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala, Akademi Militer / unsur pendidikan AU (AMPUH), Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) Cabang Yogyakarta, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), FKKMK UGM, FK UMY, dan FK UAD yang turut mendukung upaya promotif serta preventif untuk kesehatan anak Indonesia.

Rangkaian kegiatan diisi dengan talkshow edukatif yang menghadirkan narasumber dari tim medis yaitu dr. Gagah Buana Putra, Sp.JP dan dr. Nadya Arafuri, M.Sc., SpA(K). Dalam sesi ini, para peserta mendapatkan pemahaman mengenai deteksi dini gejala penyakit jantung bawaan (PJB), pentingnya skrining kesehatan jantung sejak usia dini, serta peran aktif keluarga, guru, dan pendamping dalam mengenali tanda-tanda klinis sejak awal.

Lebih lanjut, kegiatan inti berupa skrining kesehatan jantung secara sukarela dilaksanakan di tiga titik strategis pada area museum. Di Pos 1 (pintu masuk), tim memberikan informasi awal serta alur kegiatan kepada pengunjung. Langkah skrining utama dilakukan di Pos 2 (sebelum pintu keluar museum), mencakup pemeriksaan saturasi oksigen, pemeriksaan fisik jantung, perekaman EKG 6 lead, serta pengukuran tinggi dan berat badan.

Bagi peserta yang menunjukkan temuan yang memerlukan pemeriksaan lanjutan, tim medis menyediakan Pos 3 (ruang khusus) untuk konsultasi dokter spesialis, pemeriksaan EKG 12 lead, serta ekokardiografi portable. Pemberian surat rujukan ke fasilitas kesehatan yang sesuai dilakukan langsung tim dokter di akhir sesi, sebagai upaya menjaga kesinambungan layanan kesehatan bagi peserta.

Kegiatan ini menunjukkan komitmen kuat semua pihak dalam meningkatkan kesadaran dan kapasitas deteksi dini PJB di masyarakat. Sinergi antar institusi diharapkan dapat menjadi langkah konstruktif dalam menghadirkan layanan kesehatan jantung yang lebih inklusif dan responsif di masyarakat luas.

Dengan kolaborasi yang kuat antara akademisi, praktisi medis, dan institusi pelayanan kesehatan, CHD Awareness Week 2026 diharapkan mampu memberi dampak nyata dalam mewujudkan generasi sehat menuju Indonesia Emas 2045.

Kontributor: Angga Dwi Prasetyo