Staf Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular FKKMK Universitas Gadjah Mada menerbitkan publikasi internasional yang membahas risiko komplikasi setelah serangan jantung. Penelitian yang dipublikasikan di jurnal International Journal of Angiology ini berjudul “Cumulative Serum Endothelin-1 and Endothelin-3 Level Predicts 1-year Adverse Cardiac Events after ST-Elevation Acute Myocardial Infarction”. Adapun penulis penelitian ini adalah Astrid Karina Putri, Anggoro Budi Hartopo, Ira Puspitawati, dan Budi Yuli Setianto.
Penelitian ini menemukan bahwa kadar dua zat dalam darah, yaitu endothelin-1 (ET-1) dan endothelin-3 (ET-3), dapat digunakan untuk memprediksi risiko kejadian buruk pada pasien setelah serangan jantung tipe STEMI. Dalam studi terhadap 81 pasien, sekitar 29% mengalami komplikasi serius dalam waktu satu tahun. Hasil analisis menunjukkan bahwa pasien dengan kadar ET-1 dan ET-3 yang tinggi memiliki risiko lebih besar mengalami kejadian seperti serangan jantung ulang atau masalah jantung lainnya. Temuan ini penting karena dapat membantu dokter dalam menentukan pemantauan dan penanganan pasien secara lebih tepat sejak awal.
Penelitian ini mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya tujuan SDGs ke-4 (Quality Education) melalui pengembangan ilmu pengetahuan di bidang kedokteran. Kolaborasi antara peneliti klinis dan akademisi dalam studi ini menjadi contoh nyata penguatan ekosistem riset kesehatan di Indonesia.
DOI: 10.1055/a-2572-0833