Staf Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama tim peneliti memublikasikan artikel ilmiah berjudul “Cumulative Serum Endothelin-1 and Endothelin-3 Level Predicts 1-year Adverse Cardiac Events after ST-Elevation Acute Myocardial Infarction” di International Journal of Angiology (Q3). Artikel ini ditulis oleh Astrid Karina Putri, Anggoro Budi Hartopo, Ira Puspitawati, dan Budi Yuli Setianto.
Penelitian ini berangkat dari peran endothelin-1 (ET-1) dan endothelin-3 (ET-3) yang dapat meningkat saat infark miokard akut dan berkontribusi pada vasokonstriksi, sehingga berpotensi memperberat cedera miokard. Tim peneliti mengevaluasi apakah “kumulatif” kadar ET-1 dan ET-3 saat masuk rumah sakit dapat memprediksi kejadian kardiovaskular mayor (major adverse cardiac events/MACE) dalam 1 tahun pasca STEMI.
Studi dilakukan dengan desain kohort retrospektif pada pasien ST-elevation myocardial infarction (STEMI). Data dasar klinis dan sosiodemografi dikumpulkan, sementara kadar ET-1 dan ET-3 diukur menggunakan ELISA. Setelah pasien pulang, peneliti melakukan tindak lanjut 1 tahun untuk mengidentifikasi kejadian MACE.
Sebanyak 81 pasien diikuti selama 1 tahun, dan MACE dilaporkan terjadi pada 24 pasien (29,3%). Peneliti menetapkan titik potong kumulatif ET-1+ET-3 sebesar 17,0 ng/mL (berdasarkan analisis ROC untuk MACE). Pada analisis multivariat, kadar kumulatif ET-1+ET-3 > 17,0 ng/mL berasosiasi mandiri dengan MACE 1 tahun (aOR 5,34; 95% CI 1,36–21,07; p=0,017). Temuan ini menegaskan potensi biomarker endothelin sebagai bagian dari stratifikasi risiko pada pasien STEMI.
Penelitian ini mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya tujuan SDGs ke-4 (Quality Education) melalui pengembangan ilmu pengetahuan di bidang kedokteran