Staf Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular FK-KMK UGM bersama tim peneliti memublikasikan artikel berjudul “Accuracy of Echocardiographic Parameters in Diagnosing Pulmonary Hypertension in Adult Patients With Uncorrected Secundum Atrial Septal Defect” di jurnal Echocardiography (Q3), terbit April 2026. Artikel ini ditulis oleh Yohanes Adeo Caesar Evan Santoso, Real Kusumanjaya Marsam, Dyah Wulan Anggrahini, Anggoro Budi Hartopo, dan Lucia Kris Dinarti.
Pulmonary hypertension (PH) merupakan komplikasi progresif pada pasien dewasa dengan atrial septal defect (ASD) yang tidak terkoreksi dan berdampak pada prognosis. Right heart catheterization (RHC) merupakan standar emas untuk diagnosis, namun bersifat invasif. Karena itu, penelitian ini bertujuan menilai akurasi berbagai parameter ekokardiografi dibandingkan RHC untuk mendeteksi PH pada populasi khusus ini.
Studi ini merupakan penelitian diagnostik potong lintang menggunakan data retrospektif dari registry COngenital HeARt Disease in adult and Pulmonary Hypertension (COHARD-PH) di RSUP Dr. Sardjito, Indonesia. Subjek adalah pasien dewasa dengan ASD sekundum yang belum ditutup dan menjalani ekokardiografi serta RHC pada periode Januari 2023 hingga Juli 2025. PH ditetapkan berdasarkan RHC dengan kriteria mPAP > 20 mmHg.
Sebanyak 97 subjek dianalisis, dan 87 di antaranya (89,7%) terdiagnosis PH. Parameter ekokardiografi yang dilaporkan memiliki akurasi terbaik untuk diagnosis PH meliputi estimasi pulmonary vascular resistance (PVR), tricuspid regurgitation velocity (TRV), tricuspid regurgitation pressure gradient (TRPG), serta PASP, mPAP, dan rasio TAPSE/PASP. Titik potong TRV optimal untuk deteksi PH pada populasi ini dilaporkan ≥ 2,96 m/s (sensitivitas 81,6% dan spesifisitas 80%). Temuan ini mendukung pemanfaatan parameter tekanan/resistensi berbasis ekokardiografi untuk skrining dan penguatan keputusan klinis, terutama ketika RHC tidak selalu mudah diakses.
Penelitian ini mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya tujuan SDGs ke-4 (Quality Education) melalui pengembangan ilmu pengetahuan di bidang kedokteran.