Staf Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular FK-KMK UGM bersama tim penulis memublikasikan laporan kasus berjudul “Myocardial Remission in High Burden Outflow Tract Premature Ventricular Complex-Induced Cardiomyopathy after Radiofrequency Catheter Ablation: Case Report” di Indonesian Journal of Cardiology, terbit 18 Februari 2026. Artikel ini ditulis oleh Mochamad Rizky Hendiperdana dan Erika Maharani.
Premature ventricular complex (PVC) dengan beban tinggi dapat menjadi penyebab atau faktor pemicu kardiomiopati dilatasi (PVC-induced cardiomyopathy/PVC-CMP). Tantangan klinisnya adalah mengenali kapan PVC merupakan “penyebab utama” penurunan fungsi ventrikel, karena bila etiologi ini diidentifikasi dini maka penanganan yang tepat dapat menghasilkan perbaikan struktur dan fungsi jantung.
Laporan kasus ini menggambarkan seorang pasien perempuan 51 tahun dengan kecurigaan kuat PVC-CMP yang menjalani radiofrequency catheter ablation (RFA) berbasis pemetaan 3D dan menunjukkan hasil yang baik. Evaluasi Holter 24 jam pasca tindakan menunjukkan penurunan beban PVC yang bermakna. Pada evaluasi ekokardiografi 5 bulan setelah ablasi, parameter fungsi sistolik ventrikel kiri dilaporkan membaik.
Penulis menekankan bahwa PVC dengan asal khas outflow tract disertai beban PVC tinggi patut meningkatkan kecurigaan PVC-CMP, mengingat beban PVC merupakan salah satu prediktor penting berkembangnya kardiomiopati. Pesan klinis utama dari publikasi ini adalah mempertimbangkan PVC-CMP pada pasien kardiomiopati dilatasi yang disertai PVC sering (misalnya >10% burden), karena eliminasi penyebab utama melalui ablasi dapat mendorong “remisi miokard” dan memperbaiki fungsi ventrikel.
Penelitian ini mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya tujuan SDGs ke-4 (Quality Education) melalui pengembangan ilmu pengetahuan di bidang kedokteran.