PPDS Program Studi Jantung dan Pembuluh Darah, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) UGM turut berpartisipasi dalam Indonesia Heart Failure Cardiology (IHEFCARD) 2026 yang diselenggarakan oleh Indonesian Heart Failure Working Group (InaHF) PERKI pada 11–13 Juni 2026. IHEFCARD merupakan forum ilmiah nasional yang mempertemukan para klinisi, peneliti, dan akademisi untuk berbagi perkembangan terkini dalam diagnosis, tata laksana, rehabilitasi, dan penelitian di bidang gagal jantung melalui simposium, presentasi oral, dan sesi poster ilmiah.
Pada ajang ini, lima peserta PPDS FKKMK UGM mempresentasikan hasil penelitian ilmiah, yaitu: Personaldi dengan topik Association Between Global Myocardial Work and Left Ventricle Ejection Fraction in Acute Heart Failure; Muhammad Reyhan Hadwiono dengan Incidence and Risk Factors of Cancer Treatment-Related Cardiac Dysfunction in Breast Cancer: A Prospective Cohort from Registry; Teguh Sulistiyanto dengan The Role of Phase II Rehabilitation on Functional Capacity in Heart Failure Patients; Nadya Meidina Nastiti dengan From Skeletal Muscle to Myocardium: Exploring the Correlation Between Skeletal Muscle Mass and Left Ventricular Mass in Sarcopenic Heart Failure Patients; serta Robby Martin Simangunsong dengan The Metabolic Inflammation Triangle: Admission Blood Urea Nitrogen–Leucocyte Count Combination Predicts 30-Day Mortality in Acute Heart Failure.
Prestasi membanggakan diraih oleh Muhammad Reyhan Hadwiono yang berhasil meraih Juara 1 Moderated Poster IHEFCARD 2026. Penghargaan ini menjadi bukti kualitas penelitian dan kontribusi akademik PPDS Program Studi Jantung dan Pembuluh Darah FKKMK UGM dalam pengembangan ilmu kardiovaskular, khususnya di bidang gagal jantung dan kardio-onkologi.
Keikutsertaan dan prestasi ini mencerminkan komitmen FKKMK UGM dalam mendorong budaya riset, inovasi, dan diseminasi ilmu pengetahuan di tingkat nasional. Partisipasi aktif dalam forum ilmiah juga menjadi sarana untuk memperkuat kolaborasi antarpeneliti dan meningkatkan kualitas pelayanan kardiovaskular berbasis bukti.
Kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui pengembangan penelitian yang berkontribusi pada peningkatan kualitas pelayanan pasien penyakit jantung, SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan pendidikan spesialis berbasis riset, serta SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) dengan mendorong inovasi dan pengembangan ilmu pengetahuan di bidang kardiologi.
