Skip to main content

Kardiologi FKKMK UGM

Yogyakarta, 1 Oktober 2026 – Rangkaian Jogja Cardiology Update (JCU) 2026 dibuka dengan Workshop 1 bertajuk “Chest Pain Under Pressure: A Practical Approach to Assessment and Management in the ER”. Workshop ini berlangsung pada Kamis, 1 Oktober 2026 pukul 08.00–11.00 WIB di Royal Ambarrukmo Hotel, Yogyakarta, dan diikuti oleh dokter serta tenaga kesehatan yang sehari-hari berhadapan dengan pasien nyeri dada di layanan gawat darurat.

Nyeri dada merupakan salah satu keluhan tersering di instalasi gawat darurat sekaligus yang paling menantang, karena di baliknya dapat tersembunyi kondisi yang mengancam nyawa seperti sindrom koroner akut, diseksi aorta, maupun emboli paru. Melalui workshop ini, peserta dibekali pendekatan praktis dan sistematis agar mampu menilai, menegakkan diagnosis, dan memberikan tata laksana awal secara cepat dan tepat.

Suasana Workshop 1 JCU 2026 di Royal Ambarrukmo Hotel, Yogyakarta
Suasana Workshop 1 JCU 2026 di Royal Ambarrukmo Hotel, Yogyakarta

Mengenali Banyak Wajah Nyeri Dada

Sesi pertama dibawakan oleh dr. Firman Fauzan Arief Lutfie, Sp.JP dengan materi “The Many Faces of Chest Pain: Differentiating Diagnoses through History, Physical Examination, and ECG”. Ia menekankan bahwa anamnesis yang cermat, pemeriksaan fisik yang terarah, dan interpretasi elektrokardiogram (EKG) tetap menjadi fondasi utama untuk membedakan nyeri dada kardiak dari penyebab lain. Peserta diajak mengenali tanda khas sindrom koroner akut, seperti rasa ditekan atau ditindih benda berat di dada, nyeri yang menjalar ke bahu, lengan, leher, atau rahang, serta gejala penyerta berupa keringat dingin, mual, dan sesak napas.

dr. Firman Fauzan Arief Lutfie, Sp.JP memaparkan diagnosis banding nyeri dada
dr. Firman Fauzan Arief Lutfie, Sp.JP memaparkan diagnosis banding nyeri dada

Peran Pencitraan dalam Nyeri Dada Akut

Pada sesi kedua, Dr. Med. dr. Putrika Prastuti Ratna Gharini, Sp.JP(K) menyampaikan materi “From Shadows to Answers: Essential Imaging in Acute Chest Pain”. Sesi ini mengulas pemilihan modalitas pencitraan yang tepat—mulai dari rontgen toraks, ekokardiografi, hingga pencitraan lanjutan—untuk membantu mengonfirmasi atau menyingkirkan diagnosis secara efisien sesuai kondisi klinis pasien.

Dr. Med. dr. Putrika Prastuti Ratna Gharini, Sp.JP(K) membahas pencitraan esensial pada nyeri dada akut
Dr. Med. dr. Putrika Prastuti Ratna Gharini, Sp.JP(K) membahas pencitraan esensial pada nyeri dada akut

Obat, Dosis, dan Keputusan Klinis

Sesi ketiga diisi oleh dr. Anindhita Muthmaina, Sp.JP, staf Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular FK-KMK Universitas Gadjah Mada, dengan topik “Drugs, Doses, and Decisions: Practical Management of Acute Chest Pain”. Materi difokuskan pada tata laksana farmakologis awal, pemilihan dan dosis obat yang tepat, serta pengambilan keputusan klinis yang cepat di ruang gawat darurat.

dr. Anindhita Muthmaina, Sp.JP menyampaikan tata laksana praktis nyeri dada akut
dr. Anindhita Muthmaina, Sp.JP menyampaikan tata laksana praktis nyeri dada akut

Workshop ditutup dengan sesi hands-on berupa diskusi kasus interaktif. Peserta menganalisis skenario klinis nyata, mendiskusikan langkah diagnostik dan terapi bersama narasumber, sehingga materi yang diperoleh dapat langsung diterapkan dalam praktik sehari-hari.

Korelasi dengan SDGs

Kegiatan ini sejalan dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya:

  • SDG 3 – Kehidupan Sehat dan Sejahtera: Penyakit kardiovaskular merupakan penyebab kematian utama di Indonesia maupun dunia. Peningkatan kemampuan tenaga kesehatan dalam mengenali dan menangani nyeri dada secara cepat mendukung target 3.4, yaitu menurunkan kematian dini akibat penyakit tidak menular.
  • SDG 4 – Pendidikan Berkualitas: Workshop ini merupakan bentuk pendidikan kedokteran berkelanjutan yang memperkuat kompetensi tenaga kesehatan melalui pembelajaran berbasis kasus dan praktik.
  • SDG 17 – Kemitraan untuk Mencapai Tujuan: Penyelenggaraan JCU 2026 melibatkan kolaborasi antara institusi pendidikan, organisasi profesi, dan para pakar kardiologi dalam upaya bersama meningkatkan mutu layanan kesehatan jantung.
Poster Workshop 1 Jogja Cardiology Update 2026
Poster Workshop 1 Jogja Cardiology Update 2026