Dalam Video 3 Minute Thesis yang oleh peserta didik Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Program Studi Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Gadjah Mada (FKKMK UGM), Desy Merindasari mengungkapkan hasil penelitiannya dengan judul “Hubungan Indeks Koupling Atrioventrikular Kiri dengan Derajat Disfungsi Diastolik Ventrikel Kiri pada Pasien Gagal Jantung Akut”.
Penelitian ini membahas hubungan indeks kopling atrioventrikular kiri (IKAK) dengan derajat disfungsi diastolik ventrikel kiri pada pasien gagal jantung akut menggunakan desain potong lintang berbasis registri gagal jantung RS Sardjito periode 2023–2025. Dari 96 pasien yang dianalisis, didapatkan bahwa nilai IKAK memiliki korelasi positif lemah namun bermakna terhadap derajat disfungsi diastolik, di mana semakin tinggi nilai IKAK maka semakin besar proporsi pasien dengan disfungsi diastolik derajat 3. Analisis subkelompok menunjukkan tertil IKAK tertinggi memiliki hubungan bermakna dibanding tertil terendah, sedangkan analisis multivariat membuktikan IKAK tertinggi dan kategori fraksi ejeksi ventrikel kiri tertentu sebagai prediktor independen derajat disfungsi diastolik. Penelitian ini juga menunjukkan reliabilitas pengukuran IKAK yang sangat baik dengan nilai 0,95. Kesimpulannya, IKAK berpotensi menjadi parameter ekokardiografi baru yang bermanfaat dalam menilai derajat disfungsi diastolik pada pasien gagal jantung akut.
Penelitian ini dibimbing oleh dr. Hasanah Mumpuni, Sp.PD(K), Sp.JP(K) dan dr. Arditya Damar Kusuma, M.Med (Clin epi), Sp.JP (K), Supsp.K.I (K). Kegiatan ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama dalam mempromosikan kesehatan yang baik dan kesejahteraan bagi semua orang serta mengurangi ketidaksetaraan di dalam dan di antara negara melalui peningkatan akses dan kualitas layanan kesehatan.
