Dalam Video 3 Minute Thesis yang oleh peserta didik Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Program Studi Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Gadjah Mada (FKKMK UGM), Ammar Setyawan mengungkapkan hasil penelitiannya dengan judul “Perbandingan performa Prognostik Skor SIC dan IABP Shock II Pasien IMA-EST dengan Syok Kardiogenik yang Dilakukan Intervensi Koroner Perkutan”.
Penelitian Ammar Setiawan tentang perbandingan performa prognostik skor SIC dan IABP Shock II dalam memprediksi mortalitas rumah sakit pada pasien infark miokard akut elevasi ST dengan syok kardiogenik yang menjalani intervensi koroner perkutan. Penelitian retrospektif terhadap 255 pasien di RSUP Dr. Sardjito menunjukkan bahwa skor IABP Shock II memiliki kemampuan prediksi yang lebih baik dibandingkan skor SIC, dengan nilai AUC 0,745 dibandingkan 0,65 dan perbedaan yang bermakna secara statistik. Meski demikian, kedua skor menunjukkan kalibrasi yang baik dan skor SIC tetap memberikan manfaat klinis positif, terutama untuk stratifikasi risiko awal pada pasien dengan probabilitas rendah hingga menengah. Penelitian ini menekankan pentingnya stratifikasi risiko dalam menentukan intensitas terapi dan pemantauan pasien. Skor SIC dinilai lebih sederhana dan praktis sehingga berpotensi digunakan di fasilitas kesehatan dengan keterbatasan sumber daya.
Penelitian ini dibimbing oleh Prof. Dr. dr. Budi Yuli Setianto, Sp.PD.KKV, Sp.JP(K) dan dr. Firandi Saputra, Sp.JP(K). Kegiatan ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama dalam mempromosikan kesehatan yang baik dan kesejahteraan bagi semua orang serta mengurangi ketidaksetaraan di dalam dan di antara negara melalui peningkatan akses dan kualitas layanan kesehatan.