Dalam Video 3 Minute Thesis yang oleh peserta didik Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Program Studi Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Gadjah Mada (FKKMK UGM), Reza Pandu Aji mengungkapkan hasil penelitiannya dengan judul “Akurasi Pencitraan Tomografi Terkomputasi untuk Diagnosis Lesi Koroner Kompleks pada Populasi Sindrom Koroner Kronis”.
Penelitian Reza Panduaji mengenai akurasi computed tomography coronary angiography (CCTA) dalam mendiagnosis lesi koroner kompleks pada pasien sindrom koroner kronis dibandingkan dengan invasive coronary angiography (ICA) sebagai baku emas. Studi potong lintang terhadap 64 pasien menunjukkan bahwa CCTA memiliki performa diagnostik moderat dengan sensitivitas 77,1%, spesifisitas 53,8%, PPV 69,2%, dan NPV 63,6% dalam mengidentifikasi lesi koroner kompleks. Hasil juga menunjukkan bahwa semakin banyak pembuluh darah yang mengalami penyakit, semakin tinggi risiko lesi kompleks, sementara lesi bifurkasi lebih mudah diidentifikasi dibanding lesi total oklusi. Penurunan sensitivitas pada analisis per pembuluh diduga dipengaruhi efek blooming pada CCTA. Penelitian ini menyimpulkan bahwa CCTA bermanfaat sebagai alat stratifikasi awal dan perencanaan prosedural pada pasien sindrom koroner kronis meskipun akurasinya masih tergolong sedang.
Penelitian ini dibimbing oleh Dr. Med. dr. Putrika Prastuti Ratna Gharini, Sp.JP(K) dan dr. Aditya Damarkusuma, M.Med(ClinEpi), Sp.Jp-Supsb.K.I.(K). Kegiatan ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama dalam mempromosikan kesehatan yang baik dan kesejahteraan bagi semua orang serta mengurangi ketidaksetaraan di dalam dan di antara negara melalui peningkatan akses dan kualitas layanan kesehatan.