Sejarah Bagian/Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular FK UGM
1950–1973 | Masa Awal Kardiologi di FK UGM
Pada tahun 1950-an, Bagian Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran UGM mulai berdiri dan memberikan pelayanan di Rumah Sakit Pugeran, Yogyakarta. Pada masa ini, kardiologi masih menjadi satu kesatuan dengan Ilmu Penyakit Dalam dan belum berdiri sebagai disiplin tersendiri.
Perkembangan kardiologi di FK UGM tidak terlepas dari peran dr. Ny. Poestika Sastroamidjojo, seorang internis yang kemudian menjadi tokoh sentral dalam pengembangan kardiologi.
Pada Kongres Persatuan Ahli Penyakit Dalam (KOPAPDI) II tahun 1973 di Surabaya, ditetapkan bahwa pusat pendidikan spesialis Ilmu Penyakit Dalam harus memiliki tujuh seksi/subbagian.
1974–1988 | Pembentukan Seksi Kardiovaskular
Menindaklanjuti keputusan KOPAPDI, pada tahun 1974 dr. Ny. Poestika Sastroamidjojo yang menjabat sebagai Kepala Bagian Ilmu Penyakit Dalam FK UGM membentuk tujuh seksi, yaitu: Infeksi; Ginjal dan Hipertensi; Endokrinologi; Gastroentero-hepatologi; Hematologi Onkologi; Reumatologi; dan Kardiovaskular.
Seksi Kardiovaskular dipimpin langsung oleh dr. Ny. Poestika Sastroamidjojo dan dibantu oleh dr. Winarni Hudoro. Pada periode ini dilakukan penguatan sumber daya manusia dengan perekrutan staf: dr. Bambang Irawan (1978), dr. Suhandiman, SpPD (1983), dan dr. R.M. Sarodja, SpPD (1987).
1989–1993 | Perubahan menjadi Sub-Bagian Kardiologi
Pada tahun 1989, dr. Ny. Poestika Sastroamidjojo, SpPD-KKV memasuki masa purna tugas. Kepemimpinan Seksi Kardiovaskular dilanjutkan oleh dr. Bambang Irawan, SpPD. Di bawah kepemimpinan beliau, Seksi Kardiovaskular resmi berubah menjadi Sub-Bagian Kardiologi Bagian Ilmu Penyakit Dalam FK UGM.
1994–1998 | Penguatan Layanan Jantung RSUP Dr. Sardjito
Pada tahun 1994, Direktur RSUP Dr. Sardjito dr. Ahmad Sujudi, SpB, MHA meningkatkan pelayanan penyakit jantung dengan membentuk SMF Jantung dan Instalasi Rawat Jantung (IRJAN). Ketua SMF Jantung dijabat oleh dr. Suhandiman, SpPD-KKV, dan Kepala IRJAN oleh dr. R.M. Sarodja, SpPD. Sebelumnya, pada tahun 1992, dr. R.M. Aryono, SpPD, SpJP bergabung sebagai staf baru.
Pada tahun yang sama, pelayanan penyakit jantung ditetapkan sebagai layanan unggulan RSUP Dr. Sardjito, yang kemudian diikuti kerja sama nasional dan internasional dengan RS Jantung Harapan Kita Jakarta dan OLVG Belanda.
1995–2003 | Era Bedah Jantung dan Kardiologi Intervensi
Kerja sama dan pengembangan layanan menghasilkan beberapa tonggak penting, antara lain operasi jantung terbuka pertama pada Januari 1995. Pada tahun 1999 RSUP Dr. Sardjito memperoleh hibah perangkat kateterisasi jantung (Philips) dari Departemen Kesehatan RI sehingga dimulai pemeriksaan angiografi koroner untuk pertama kali. Pada tahun 2000, RSUP Dr. Sardjito dinyatakan mandiri untuk operasi bedah jantung terbuka. Prosedur PCI (percutaneous coronary intervention) pertama kali dilakukan pada Oktober 2001, dan pada tahun 2004 RSUP Dr. Sardjito telah mandiri dalam kardiologi intervensi non-bedah.
2004–2009 | Berdirinya Bagian Kardiologi dan Pendidikan Spesialis
Pada 3 Maret 2004, Pusat Jantung Terpadu (PJT) RSUP Dr. Sardjito diresmikan. Selanjutnya, berdasarkan SK Dekan FK UGM No. UGM/KU/5136/UM/01/39 tanggal 1 November 2004, dibentuk Bagian Kardiologi dan Kedokteran Vaskular FK UGM. Kepala Bagian dijabat oleh dr. Bambang Irawan, SpPD-KKV, SpJP, dengan Sekretaris dr. Hariadi Hariawan, SpPD, SpJP.
RSUP Dr. Sardjito – Bagian Kardiologi dan Kedokteran Vaskular kemudian berkembang menjadi pusat pendidikan spesialisasi Jantung dan Pembuluh Darah mulai tahun 2006. Melalui rangkaian visitasi, Bagian Kardiologi dan Kedokteran Vaskular FK UGM direkomendasikan sebagai Pusat Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Kategori I dan pada 28 Oktober 2009 ditetapkan oleh Rektor UGM sebagai tempat Pendidikan Program Pendidikan Dokter Spesialis-1 (PPDS-1) Jantung dan Pembuluh Darah, dengan RSUP Dr. Sardjito sebagai rumah sakit pendidikan utama.
2009–2013 | Konsolidasi Akademik dan SDM
Periode 2009–2013, Kepala Bagian Kardiologi dan Kedokteran Vaskular dijabat oleh dr. Hariadi Hariawan, SpPD, SpJP, dengan Sekretaris dr. Nahar Taufiq, SpJP. Pada periode ini, Prof. Dr. dr. Abdus Samik Wahab, SpA(K), SpJP(K) diangkat menjadi staf (2010) serta dilakukan penguatan SDM melalui perekrutan staf muda dan pengembangan akademik.
2014–2019 | Transformasi menjadi Departemen dan Penguatan Fasilitas
Pada periode 2014–2016, Kepala Bagian dijabat oleh dr. Budi Yuli Setianto, SpPD-KKV, SpJP(K) dengan Sekretaris dr. Irsad Andi Arso, MSc, SpPD, SpJP. Pada tahun 2016, Bagian Kardiologi dan Kedokteran Vaskular berubah nama menjadi Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular FK-KMK UGM.
Pusat Jantung Terpadu RSUP Dr. Sardjito dibangun dengan gedung 8 lantai pada tahun 2014–2018 dan diresmikan penggunaannya pada tahun 2019 oleh Menteri Kesehatan RI Prof. Dr. Nila F. Moeloek, Sp.M(K). Hingga saat ini, pelayanan dan pendidikan jantung dan pembuluh darah terpusat di Pusat Jantung Terpadu.
2020–Sekarang | Penguatan Pendidikan dan Akreditasi
Pada tahun 2020, sejalan dengan perubahan nomenklatur, Program Studi Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah berubah menjadi Program Studi Spesialis-1 Jantung dan Pembuluh Darah FK-KMK UGM, dan disahkan oleh Rektor UGM.
Pada akreditasi LAM-PTKes tahun 2022, Program Studi PPDS-1 Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah FK UGM meraih akreditasi Unggul (No. Keputusan: 0147/LAM-PTKes/Akr/Spe/II/2022; tanggal 25 Februari 2022). Seiring pesatnya perkembangan ilmu dan teknologi kardiovaskular, kurikulum terus diperbarui dengan pendekatan berbasis kompetensi, mengacu pada Standar Nasional Kurikulum Kolegium Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah Indonesia.